Minggu, 16 Juni 2019

MOBILITAS,MIGRASI,ANGKATAN KERJA DAN BUKAN ANGKATAN KERJA JENIS-JENIS PENGANGGURAN


MOBILITAS PENDUDUK PERMANEN (MIGRASI)

Mobilitas permanen atau migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan.  Contohnya nih yaaa, 27 tahun yang lalu papa saya pergi merantau ke Jambi menetap menikah berkeluaga serta bekerja di Jambi, inilah yang disebut mobilitias permanen.  Namun migrasi ini tidak hanya antar provinsi ataupun daerah saja, mobilitas permanen (migrasi) ini juga sering terjadi perpindahan dari negara ke negara lain, migrasi ini disebut juga dengan migrasi Internasional.

JENIS-JENIS MIGRASI MANUSIA

·         Remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk kembali ke tanah asalnya semula. Misalnya, karena sudah tua, seseorang kembali ke daerah asalnya agar setelah mati dapat dikubur di daerah asalnya.
·         Imigrasi adalah perpindahan penduduk dan negara asing untuk menetap dan menjadi warga negara di negara yang baru didatanginya. Misalnya, seseorang dari Indonesia pindah ke Amerika Serikat. Bagi Amerika Serikat orang tersebut disebutimigran.
·         Evakuasi adalah perpindahan atau pengungsian penduduk dari tempat tinggalnya karena gangguan keamanan/bencana. Misalnya, korban bencana alam.
·         Emigrasi adalah pindahnya sekelompok penduduk atau perorangan dari suatu negara ke negara lain. Misalnya, orang Indonesia yang menetap di Jepang. Bagi Indonesia disebut emigran,bagi Jepang disebut imigran.

MOBILITAS PENDUDUK NON-PERMANEN (SIRKULER)

Untuk mobilitas penduduk non-permanen ini maksudnya adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain tapi tidak bermaksud untuk menetap di daerah tujuannya.  TAPI  INGAT menetap dengan menginap itu berbeda ya teman-teman, jadi perbedaan antara mobilitas permanen dan non-permanen itu sudah terlihat jelas bukan.  Mobilitas permanenmenetap, non-permanen menginap selain menginap ada juga beberapa yang ulang-alik, apa itu ulang-alik? Maksudnya itu contoh seperti ini seorang pekerja bangunan di kota Bandung yang bertempat tinggal di kota Jakarta, kata pekerja ini harus berulang-alik dari Jakarta ke bandung untuk bekerja, dan di saat selesai pekerja ini kembali lagi ke Jakarta buat pulang.











Ada akibat pastinya ada sebab (faktor), teman masa kecil saya bernama Everett S. Lee pada tahun 1967 mengeluarkan pendapatnya tentang faktor yang mempengaruhi migrasi antara lain :
·         Faktor individu
·         Faktor yang terdapat di daerah asal dan daerah tujuan
Maksudnya ini yaitu, bagaimana kondisi daerah asal kalian, baik kah, atau buruk? Apabila buruk tentunya penduduk akan mencari daerah tujuan yang bisa menompang hidupnya seperti contoh pedagang A berjualan ayam hanya saja kondisi daerah asalnya sangat tidak menguntungkan bagi di maka dia akan mencari daerah tujuan baru yang kondisi daerahnya dapat menguntungkan pedagang tersebut.
·         Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan

Namun setelah saya simpulkan kembali, faktor pendorong migrasi ini, diantaranya sebagai berikut :

1.    Adanya bencana alam di daerah asal, seperti gunung meletus, banjir, gempa
2.    Kurangnya lapangan pekerjaan
3. Fasilitas kehidupan di daerah asal kurang memadai, seperti fasilitas pendidikan, transportasi dan kesehatan.
4.    Mencari penghasilan yang lebih baik.
5.    Pindah tugas atau mendapat mutasi kerja ke daerah lain.

Migrasi itu bukannya dilakukan dengan sembarangan, banyak hukum yang berlaku.  Ada seorang tokoh bernama Ravenstein, pada tahun 1885 dia mengemukakan teorinya tentanghukum migrasi penduduk yaitu :
·  Para migran cenderung memilih memilih daerah terdekat  sebagai daerah tujuan
·  Daerah tujuan memiliki utility dibanding daerah asal
·  Informasi saudara dari daerah migran adalah hal penting bagi orang yang ingin bermigrasi
·   Informasi negatif dari daerah tujuan mengurangi potensial migran
· Semakin tinggi pengaruh kekotaan terhadap seseorang, semakin besar tingkat mobilitasnya.
·  Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi mobilitasnya
·   Arah migrasi ke arah datangnya informasi
·  Pola migrasi dari seseorang atau kelompok sulit diperkirakan
· Penduduk muda dan belum kawin lebih banyak melakukan mobilitas dibanding yang sudah kawin
·  Penduduk berpendidikan tinggi lebih banyak melakukan mobilitas daripada yang berpendidikan rendah.

Kategori Migran dan Non-Migran

Pertanyaan
Migran
Non-Migran
Provinsi tempat lahir
Seseorang yang dicacah di satu propinsi yang bukan provinsi kelahirannya, disebut migran semasa hidup ( lifetime migrant )
Seseorang yang dicacah di provinsi di tempat ia dilahirkan
Lama tinggal di Provinsi lain
Seseorang yang lamanya tinggal di provinsi sekarang lebih pendek dari dariumurnya
Seseorang yang tinggal di provinsi sekarang selama hidupnya
Tempat tinggal terakhir sebelum tinggal di provinsi lain
Seseorang yang provinsi tempat tanggal terakhir berbeda dengan propinsi tempat ia dicacah, disebut total migrant
Seseorang yang tinggal di provinsi sekarang selama hidupnya
Provinsi tempat tinggal 5 tahun yang lalu
Seseorang dimana provinsi tempat tinggal sekarang berbeda dengan provinsi tempat tinggal 5 tahun yang lalu, disebut risen (recent migrant )
Seseorang dimana provinsi tempat tinggal sekarang sama dengan tempat tinggal 5 tahun tahun yang lalu


Ternyata migrasi yang kita kenal baru baru ini, hukumnya udah ada lama sebelum kita lahir.  Serta masih ada satu lagi yang cukup mengejutkan, sebuah teori rama dari Mitchell pada tahun 1961 dia telah mengatakan Daerah asal itu ada 2 kekuatan, kekuatan pertama yaitu kekuatan sentripental dan yang kedua adalah kekuatan sentrifungal

Kekuatan Sentripetal

Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya:
·         Terikat tanah warisan
·         Menunggu orangtua yang sudah lanjut
·         Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka

Kekuatan Sentrifugal

Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya:
·         Terbatasnya pasaran kerja
·         Terbatasnya fasilitas pendidikan.
Mobilitas penduduk, migrasi, faktor penyebabnya migrasi, semua sudah dijelaskan di atas,INGAT! Dibalik ada manfaat pasti ada ruginya, dalam hal ini manfaat yang timbul akibat adanya migrasi adalah, diantaranya :
1.    Pemerataan penyebaran penduduk dan keseimbangan penduduk,
2.    Pemerataan lahan pertanian dan perkebunan.
3.    Pemerataan pembangunan di setiap daerah.
4.    Mempertebal rasa persatuan dan kesatuan.
5.    Pertukaran pengetahuan antara penduduk asal dan pendatang.

Pelaksanaan migrasi bukannya 100% berhasil dengan mudah, pasti banyak kendala, hambatan, masalah dalam pelaksanaannya.  Masalah ini adalah tugas pemerintah untuk mengatasinya, saya memiliki beberapa usaha pemerintah untuk mengatasi permasalahan migrasi, diantaranya sebagai berikut :

1.Persebaran pembangunan industri sampai ke daerah-daerah
2.Peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui intensifikasi dan Koperasi Unit Desa
3. Pembangunan fasilitas yang lebih lengkap seperti pendidikan dan kesehatan
4. Pembangunan jaringan jalan sampai ke desa-desa sehingga hubungan antara desa dan kota menjadi lancar 
5.Meningkatkan penyuluhan program Keluarga Berencana untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di pedesaan

Mobilitas penduduk yaitu perpindahan penduduk dalam sektor fisik maupun non-fisik (sosial).  Yang disebut dengan perpindahan fisik itu adalah penduduk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain contohnya tadi seperti migrasi.  Naaah untuk perpindahan non-fisik atau dikenal perpindahan sosial yaitu perpindahan yang mengakibatkan perubahan sosial, yang dulunya miskin, sekarang kaya, yang dulunya tidak dipandang, sekarang dipandang, yang dulunya pelayan sekarang pejabat. Banyaaaaaaak sekali faktor yang menarik perhatian penduduk untuk melakukan perpindahan, terutama bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Ada baiknya sebelum melakukan mobilitas yang sementara atau pun permanen (migrasi) kita harus melihat peluang yang ada serta kondisi, waktu, dan lokasi yang tepat untuk menyonsong taraf hidup yang baik.

1.      ANGKATAN KERJA
Angkatan kerja atau labour force adalah jumlah penduduk dengan usia produktif, yaitu 15-64 tahun yang sedang bekerja maupun mencari pekerjaan. Usia produktif tersebut dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
a. Bukan angkatan kerja
Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang tidak bersedia bekerja atau belum bekerja. Misal, pelajar dan mahasiswa yang masih bersekolah.
b. Angkatan kerja
Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang sudah mempunyai pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan.
2.      TENAGA KERJA
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Untuk mengetahui banyaknya jumlah angkatan kerja yang dapat diserap oleh pasar kerja, biasanya dipakai suatu ukuran yang dinamakan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). Besarnya TPAK dapat dihitung menggunakan rumus berikut.
TPAK = jumlah angkatan kerja : jumlah tenaga kerja × 100%
TPAK dinyatakan dalam ukuran persen. Untuk kepentingan analisis lebih lanjut, TPAK dapat dipilah berdasarkan kepentingannya. Misalnya, berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, dan lapangan pekerjaan.
3.      KESEMPATAN KERJA
Kesempatan kerja dapat diartikan sebagai permintaan tenaga kerja, yaitu suatu keadaan yang menggambarkan adanya kesempatan kerja yang siap diisi oleh penawar kerja (pencari kerja). Oleh karena itu, terjadi hubungan antara permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja di pasar tenaga kerja. Di Indonesia, jumlah penduduk yang besar mengakibatkan kelebihan tenaga kerja (pencari pekerjaan) yang tidak sesuai dengan permintaannya. Kesempatan kerja yang tidak seimbang dengan angkatan kerja menyabab kan terjadinya pengangguran.
4.      PENGANGGURAN
Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Pengangguran akan merugikan negara dan akan memberatkan keluarga karena kebutuhannya menjadi beban keluarga yang sudah bekerja. Indikator beban ini disebut Dependency Ratio, yang dihitung dengan cara:
Dependency Ratio (DR) = penduduk luar usia kerja : penduduk usia kerja
Makin tinggi tingkatDependency Ratio (DR), makin buruk tingkat beban yang harus ditanggung setiap penduduk produktif.
Di dalam ilmu ekonomi pengangguran ada beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
§  Pengangguran siklis adalah pengangguran yang disebabkan merosotnya perekonomian atau resesi ekonomi suatu negara.
§  Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena tidak sesuainya jenis pekerjaan yang diminta dengan yang ditawarkan.
§  Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim. Biasanya terjadi di daerah pertanian.
§  Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang disebabkan oleh adanya modernisasi dalam berproduksi.
§  Pengangguran friksional adalah pengangguran yang disebabkan karena adanya pergeseran antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Misalnya, tenaga kerja yang keluar dari pekarjaan karena ingin pekerjaan yang lebih baik.
§  Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena kesempatan kerja lebih sedikit jika dibandingkanangkatan kerja.

Tingginya angka penganguran yang terjadi di suatu negaran dapat dihitung menggunakan rumus berikut.
Angka pengangguran = jumlah penganggur : jumlah angkatan kerja


Daftar pustaka





GNP DAN GDP,TEORI TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT PANDANGAN HISORIA,KLASIK DAN NEOKLASIK


A. Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau domestik selama satu tahun.
GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN
Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan maupun instansi asing yang terkait, asalkan wilayahnya masih dalam wilayah suatu negara atau domestik tersebut. Contohnya seperti perusahaan X dari Jepang yang mempunyai cabang di Indonesia, hasil berupa barang dan jasa tersebut termasuk ke dalam GDP. Barang yang dihasilkan termasuk modal yang belum diperhitungkan, maka bersifat bruto atau/kotor.
b. Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan dil uar negeri. Contohnya seperti seseorang pria dari Indonesia yang menjual pakaian di Malaysia, hasil berupa barang dan jasanya termasuk dalam GNP.
GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN
c. Produk Nasional Netto (NNP)
NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)
Penyusutan adalah penggantian barang modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi. Umumnya bersifat taksiran, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan meskipun relatif kecil.
d. Pendapatan Nasional Netto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) merupakan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/jurnal-blog-assets/wp-content/uploads/2018/12/07152532/Artboard-6-100.jpg
Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah, pajak penjualan, dan lain-lain.
e. Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat , temasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Misalnya gaji seorang pegawai negeri, maupun pendapatan pengusaha yang didapatkan secara berantai.
PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment
Transfer Payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi, melainkan diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya.
f. Pendapatan yang siap dibelanjakan
Disebut juga dengan disposible income yaitu pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
DI = PI – Pajak Langsung
Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti pajak pendapatan.
Itulah beberapa hal mengenai pendapatan nasional. Setiap pendapatan tentu perlu dilakukan pencatatan dengan baik, misalnya dengan membuat laporan keuangan. Anda dapat membuat laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi. Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat membantu Anda membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat, dan efisien di mana pun dan kapan pun Anda berada.

Teori pertumbuhan ekonomi secara historis, Klasik, dan Neoklasik - Teori pertumbuhan ekonomi adalah teori yang membahas pertumbuhan ekonomi yang dialami oleh negara ditinjau dari dua sudut. Pertama, membahas pertumbuhan ekonomi berdasarkan tahap-tahap tertentu (secara historis). Kedua, membahas pertumbuhan ekonomi berdasarkan penyebab-penyebabnya (secara analitis). Kita akan membahas pertumbuhan ekonomi dengan struktur sebagai berikut:
Teori pertumbuhan ekonomi

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Tokoh dari teori pertumbuhan ekonomi historis adalah Frederich List, Karl Bucher, Werner Sombart dan WW. Rostow.

a. Frederich List (1789 - 1846)

Frederich List menguraikan pertumbuhan ekonomi yang dialami suatu negara berdasarkan cara produksi (teknik produksi) dan mata pencaharian masyarakat. Frederich List membagi pertumbuhan ekonomi ke dalam tahapan yang bertingkat-tingkat seperti sebuah tangga sehingga disebut “Stuffen Theorien” (teori tangga).

1) Masa berburu dan mengembara

Pada masa ini manusia memenuhi kebutuhannya dengan berburu dan mengembara. Berburu dilakukan oleh laki-laki, sedang perempuan bertugas mencari umbi-umbian, buah dan sayuran. Jika hewan dan tumbuhan sebagai makanan telah habis di suatu tempat, mereka akan berpindah (mengembara) ke tempat lain, demikian seterusnya. Pada masa ini belum ada pertukaran, karena manusia hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Skema Stuffen Theorien (Teori Tangga)
Gambar 2. Skema Stuffen Theorien (Teori Tangga).
2) Masa beternak dan bertani

Pada masa ini manusia sudah mulai menetap di suatu tempat, mereka memenuhi kebutuhan hidup dengan cara beternak dan bertani. Binatang buruan yang diperoleh sebagian dipelihara untuk diambil daging atau telurnya. Umbi-umbian, buah, sayuran dan tanaman lain yang disukai ditanam agar suatu saat bisa dipanen dan dijadikan bahan makanan. Karena tinggal menetap maka pada masa ini mulai timbul perkampungan atau desa-desa.

3) Masa bertani dan kerajinan

Pada masa ini, selain bertani manusia sudah mulai mengembangkan kerajinan yang ada hubungannya dengan pertanian, seperti pandai besi dan pertukangan. Kerajinan dikerjakan untuk memanfaatkan waktu luang setelah mengerjakan pekerjaan bertani.

4) Masa kerajinan, industri dan perniagaan

Pada masa ini, selain kerajinan manusia juga telah melakukan kegiatan industri (mendirikan pabrik-pabrik) dan perniagaan (perdagangan). Sehingga muncul kota-kota sebagai pusat industri dan perdagangan. Pada masa ini ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang cepat dan perdagangan tidak hanya bersifat nasional tetapi sudah bersifat internasional, karena didukung oleh alat-alat transportasi.

b. Karl Bucher (1847-1930)

Karl Bucher menguraikan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan hubungan produsen dengan konsumen. Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi dibagi menurut tahap-tahap berikut:

1) Masa rumah tangga tertutup

Masyarakat berproduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan kelompok sendiri. Pada masa ini keluarga mereka masih sangat sederhana. Oleh karena itu, kehidupan masih bersifat tertutup dan belum ada pertukaran antar desa atau antar kelompok.

2) Masa rumah tangga kota

Pertumbuhan jumlah penduduk mengakibatkan kelompok atau desa tidak dapat lagi memenuhi kebutuhannya sendiri. Sehingga, timbul pertukaran antar desa yang disebut dengan perdagangan. Pada masa ini, sebagian kelompok masyarakat membangun tempat khusus sebagai pusat perdagangan dan industri yang disebut kota. Selanjutnya, timbul hubungan dagang antara desa dengan kota.

3) Masa rumah tangga bangsa (kemasyarakatan)

Sesuai perkembangan zaman, pertukaran yang terjadi di satu kota sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduknya. Kadang-kadang suatu kota tidak dapat menghasilkan satu jenis barang dan barang tersebut harus didatangkan dari kota lain, sehingga terjadilah kegiatan perdagangan antar kota. Perdagangan ini meluas ke seluruh kota sehingga terbentuk satu kesatuan masyarakat yang melakukan pertukaran perdagangan antar kota dalam satu negara atau dalam satu bangsa.

4) Masa rumah tangga dunia

Pada masa ini, pertukaran atau perdagangan sudah melewati batas-batas negara karena antar negara ternyata saling membutuhkan. Perdagangan antar negara juga didukung dengan kemajuan IPTEK yang memudahkan manusia berhubungan dengan negara lain.

c. Werner Sombart (1863 - 1947)

Sombart menguraikan pertumbuhan ekonomi menjadi empat tahap. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:

1) Prakapitalisme (Vorkapitalismus)

Pada masa ini belum dikenal adanya kaum kapitalis atau paham kapitalis. Masyarakat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri dalam suasana kekeluargaan. Di masa ini umumnya masyarakat hidup dari sektor pertanian dan kehidupan masih bersifat statis.

2) Kapitalis Madya (Fruh Kapitalismus)

Pada masa ini kehidupan sudah mulai dinamis. Manusia sudah mengenal uang dan mulai menumpuk keuntungan dan kekayaan. Suasana kekeluargaan mulai memudar, gaya hidup individualis perlahan-lahan merasuki masyarakat.

3) Kapitalis Raya (Hoch Kapitalismus)

Pada masa ini kehidupan hanya diarahkan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Maka, muncul para kaum kapitalis (kaum yang bermodal besar). Kaum ini menguasai alat-alat produksi untuk melakukan produksi secara besar-besaran. Sebagai akibat munculnya kaum kapitalis, muncul pula kaum buruh (pekerja).

4) Kapitalis Akhir (Spot Kapitalismus)

Akibat adanya kesenjangan kesejahteraan antara kaum kapitalis dan kaum buruh, pada masa ini muncul kaum sosialis yang ingin mewujudkan kesejahteraan bersama. Untuk itu, campur tangan pemerintah mutlak diperlukan untuk mengendalikan perekonomian. Akibatnya, peran kaum kapitalis terdesak oleh kaum sosialis.

d. Walt Whiteman Rostow (1916 - 1979)

Dalam bukunya yang berjudul “The Stages of Economic Growth”, WW. Rostow menguraikan pertumbuhan ekonomi ke dalam beberapa tahap (masa), yaitu:

1) Masyarakat tradisional (The traditional society)
Pada masa ini kehidupan masih sangat tradisional, adat istiadat masih berperan kuat. Produksi masih menggunakan alat yang sederhana dan hanya mampu memproduksi dengan hasil yang terbatas.

2) Prasyarat untuk lepas landas (Precondition for take off)

Pada masa ini masyarakat mulai menyadari pentingnya dilakukan pembaharuan atau perubahan hidup. Mereka sudah tidak terpaku pada adat dan mulai menerima pemikiran-pemikiran baru, menerima inovasi-inovasi baru dan menerima perubahan cara-cara berproduksi. Akibat selanjutnya terjadilah perubahan struktur sosial, sistem politik dan struktur kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi mengalami perubahan dari agraris menjadi industri dan perdagangan. Sehingga, proses pertumbuhan ekonomi sudah mulai berlangsung dengan mantap dan negara dikatakan sudah siap menuju tahap lepas landas.

3) Lepas landas (Take off)

Pada masa ini pertumbuhan ekonomi terus berlangsung. Pada permulaan masa lepas landas, bisa terjadi revolusi politik, timbulnya pasar baru yang sangat luas dan muncul penemuan baru yang sangat banyak. Selanjutnya, terjadi kegiatan penanaman modal yang pesat dan mencapai 10% dari Produk Nasional Neto, terjadi kemajuan yang tinggi dalam sektor industri serta terwujudnya suatu kerangka dasar yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan ekonomi ke tahap berikutnya.

4) Perekonomian yang matang (Maturity of Economic)

Pada masa ini masyarakat sudah mampu menggunakan teknologi modern secara selektif sehingga faktor-faktor produksi dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Sektor dan industri pada masa ini merupakan sektor yang semakin penting, sedangkan sektor pertanian semakin menurun perannya. Kemudian, muncul tenaga-tenaga profesional di bidang industri. Perekonomian yang matang (dewasa) ditandai juga dengan kemampuan negara dalam menyelesaikan sendiri kesulitan ekonomi tanpa meminta bantuan dari negara lain.

5) Konsumsi tinggi (High mass consumption)

Masa konsumsi tinggi merupakan tahap pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi. Pada masa ini masyarakat telah mencapai kemakmuran. Masyarakat lebih memikirkan cara berkonsumsi untuk mengalokasikan penghasilannya yang melimpah, pendapatan per kapita riil yang sangat tinggi digunakan untuk konsumsi semua barang termasuk barang-barang mewah. Pada masa ini negara dan masyarakat tinggal berusaha untuk mempertahankan kemakmuran.


Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith, David Ricardo dan TR. Malthus. Berikut ini akan diuraikan satu per satu.

a. Adam Smith

Adam Smith adalah ahli ekonomi yang menulis buku “The Wealth of Nation” (kemakmuran suatu negara) yang sangat terkenal. Ia merupakan tokoh yang mengemukakan pentingnya sistem ekonomi liberal (bebas), yakni sistem ekonomi yang bebas dari campur tangan pemerintah yang diperkuat dengan semboyan “Laissez Faire, Laissez Passer”. Adam Smith percaya bahwa dengan menggunakan sistem ekonomi liberal (bebas), pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara maksimum. Pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan melibatkan dua unsur, yaitu:

1) Pertumbuhan penduduk.
2) Pertumbuhan output total.

Selanjutnya, pertumbuhan output yang berupa barang dan jasa dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu sumber-sumber alam, tenaga kerja, jumlah persediaan barang.

Agar terjadi pertumbuhan output, sumber-sumber alam harus dikelola oleh tenaga kerja dengan menggunakan barang modal. Sumber-sumber alam sangat penting untuk menentukan pertumbuhan ekonomi, karena sumber-sumber alam merupakan batas maksimum output jika sudah dimanfaatkan secara maksimum. Sumber-sumber alam mencapai batas maksimum apabila telah dikerjakan oleh tenaga kerja yang handal dengan menggunakan barang modal yang cukup.

b. David Ricardo dan TR Malthus

Pemikiran David Ricardo dan TR Malthus tidak sama dengan Adam Smith. Mereka mengkritik Adam Smith, bila Adam Smith berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka David Ricardo berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu besar (hingga 2 kali lipat) bisa menyebabkan melimpahnya tenaga kerja. Tenaga kerja yang melimpah menyebabkan upah yang diterima menurun, di mana upah tersebut hanya bisa untuk membiayai tingkat hidup minimum (subsistence level). Pada taraf ini, perekonomian mengalami stagnasi (kemandegan) yang disebut Stationary State.

TR Malthus sependapat dengan David Ricardo dan mengemukakan bahwa bahan makanan bertambah menurut deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya), sedangkan penduduk bertambah menurut deret ukur (1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya). Akibatnya, bahan makanan tidak cukup untuk menghidupi penduduk, sehingga masyarakat hidup pada tingkat subsistence dan perekonomian mengalami kemandegan.


Ada tiga tokoh Neoklasik yang akan dibahas, yakni Robert Slow, Harrod Domar serta Joseph Schumpeter.

a. Robert Solow

Robert Solow adalah ahli ekonomi yang memenangkan hadiah nobel pada tahun 1987. Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika ada pertumbuhan output. Pertumbuhan output terjadi jika dua faktor input, yakni modal dan tenaga kerja dikombinasikan, sedangkan faktor teknologi dianggap konstan (tidak berubah). Adapun yang tergolong sebagai modal adalah bahan baku, mesin, peralatan, komputer, bangunan dan uang. Dalam memproduksi output, faktor modal dan tenaga kerja bisa dikombinasikan dalam berbagai model kombinasi. Sehingga, bisa dituliskan dalam rumus sebagai berikut:

Q = f (C.L)

Keterangan:

Q = Jumlah output yang dihasilkan
f = Fungsi
C = Capital (modal sebagai input)
L = Labour (tenaga kerja, sebagai input)

Rumus di atas menyatakan bahwa output (Q) merupakan fungsi dari modal (C) dan tenaga kerja (L). Ini berarti tinggi rendahnya output tergantung pada cara mengkombinasikan modal dan tenaga kerja.

b. Harrod dan Domar

Harrod dan Domar mengemukakan perlunya pembentukan modal sebagai syarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang mantap (steady growth). Menurut mereka, bila pembentukan modal telah dilakukan pada suatu masa, maka pada masa berikutnya perekonomian akan sanggup memproduksi barang-barang dalam jumlah lebih besar. Keinginan masyarakat dalam pembentukan modal (berinvestasi) ditentukan oleh permintaan agregat (keseluruhan) dari masyarakat dan oleh MEC (Marginal Efficiency of Capital), yakni perbandingan antara pertambahan modal terhadap pertambahan output.

c. Joseph Schumpeter

Menurut Joseph Schumpeter pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada inovasi dari para pengusaha (wiraswasta). Dalam hal ini, inovasi merupakan penerapan pengetahuan dan teknologi yang baru di dunia usaha. Inovasi memiliki pengaruh sebagai berikut:
  1. Diperkenalkannya teknologi baru.
  2. Menimbulkan keuntungan yang lebih tinggi.
  3. Menimbulkan imitasi inovasi, yaitu peniruan teknologi baru oleh pengusaha-pengusaha lain yang dapat meningkatkan hasil produksi.

Referensi :